Fungsi Audit Internal adalah Untuk mencegah dan mengurangi terjadinya kesalahan, kecurangan dan penyimpangan di perusahaan.

Penyebab Terjadinya Kecurangan di Perusahaan

Kecurangan yang terjadi di sebuah perusahaan atau entitas sering kali di sebabkan oleh beberapa hal berikut ini :

  1. Kelemahan pengendalian Intern atau fungsi audit internal tidak berjalan baik.
  2. Tidak adanya job description sehingga terjadi perangkaan tugas
  3. Sistem otorisasi yang tidak berjalan baik, tidak berfungsinya bagian internal audit, kurangnya pegawai yang kapabel, dan tidak adanya rotation of duties.
  4. Adanya conflict of interest dari pejabat perusahaan.
  5. Perusahaan tidak memiliki kebijakan tertulis mengenai fair dealing.
  6. Adanya pegawai dan pejabat perusahaan yang tidak jujur.
  7. Tidak tegasnya sangsi yang diberikan kepada mereka yang melakukan kecurangan.
  8. Managemen terlalu yakin bahwa orang kepercayaannya tidak mungkin berbuat curang, padahal justru sering terjadi bahwa orang kepercayaannya tersebut yang melakukan kecurangan.
  9. Terlalu beratnya target yang ditentukan top management, sehingga manajer pelaksana cenderung untuk melaporkan hasil kerja yang lebih baik dari sebenarnya.
  10. Bonus yang didasarkan pada kinerja akan menggoda manajer pelaksana untuk melakukan window dressing pada lapran divisinya.
  11. Adanya manajer yang ambisinya terlalu besar, sehingga sikut kiri kanan dan merugikan manajer lainnya.

Untuk mencegah kecurangan dalam sebuah perusahaan. Perusahaan tersebut harus memiliki upaya agar mencegah terjadinya kecurangan di perusahaan.

Upaya Pencegahan Kecurangan di Perusahaan

Dari uraian di atas, ternyata banyak penyebab terjadinya kecurangan diperusahaan.

Lalu bagai mana untuk mencegah kecurangan-kecurangan tersebut.

Apa saja yang bisa dilakukan oleh internaluntuk mencegah terjadinya kecurangan di perusahaan?

Berikut beberapa pendapat yang dinyatakan oleh beberapa lembaga terpercaya dan para ahli.

1. Ruang lingkup Audit Internal menurut IIA

Untuk mencegah terjadinya kesalahan, kecurangan dan penyimpangan di perusahaan, adalah :

Standarts for the professional practice of internal auditing dari IIA menyebutkan bahwa internal auditor harus melakukan pemeriksaan intern dengan hati-hati.

Dan menggunakan skill jabatannya.

Internal auditor harus memperlakukan kemungkinan-kemungkinan terjadinya

  • Kecurangan,
  • Kesalahan,
  • Manipulasi,
  • Inefisiensi,
  • Pemborosan,
  • Ketidak efektifan,
  • Conflict of interst.

Mereka juga harus hati-hati terhadap kondisi dan kegiatan yang memungkinkan terjadinya irregularities.

Seorang auditor harus membuka mata lebar-lebar, memasang telinga dengan baik, dan harus mengetahui modus operandi terjadinya macam-macam kecurangan.

Lebih baik mencegah kecurangan daripada menangani kecurangan yang sudah terjadi.

Namun bila kecurangan sudah terjadi atau ada indikasi mengenai terjadinya kecurangan.

Maka internal auditor harus turun tangan. Inilah sakah satu fungsi audit internal yang cukup krusial.

Bila internal auditor menemukan indikasi dan mencurugai terjadinya kecurangan di perusahaan.

Maka ia harus memberitahukan hal tersebut kepada top management. Bila Indikasi cukup kuat, manajemen akan menugaskan suatu tim untuk melakukan investigasi.

Tim tersebut biasanya terdiri dari :

  • Internal auditor,
  • Lamyer,
  • Investigator,
  • Security.

Dan spesialis dari luar atau dalam perusahaan, misalnya ahli computer, ahli perbankan.

Hasil investigasi tim harus dilaporkan secara tertulis kepada top management yang mencakup :

  • Fakta,
  • Temuan,
  • Kesimpulan,
  • Saran dan tindakan perbaikan yang perlu dilaporkan.

Dari sini kita paham bahwa peran internal auditor dalam menemukan indikansi terjadiya kecurangan dan melakukan investigasi terhadap kecurangan sangat besar.

Selain itu, seorang internal auditor juga harus memeriksa :

apakah semua peraturan pemerintah yang berlaku sudah ditaati oleh perusahaan, yaitu dengan melakukan compliance audit“.

Top management setelah mempelajari laporan tersebut akan memutuskan apakah kecurangan akan diselesaikan secara hokum atau tidak.

2. Peran Internal Auditor Menurut Para Ahli

Menurut para ahli seperti kennish menyarankan beberapa tindakan pencegahan kecurangan di perusahaan adalah sebagai berikut :

  • Lindungi yang tidak bersalah, kumpulkan fakta-fakta, pecahkan persoalannya, dan buatlah suasana menjadi tenang.
  • Amankan lingkungan kejadian secepatnya untuk menghentikan kerugian yang mungkin terjadi.
  • Tentukan elemen-elemen yang penting dari kecurangan tersebut untuk mendukung keberhasilan tuntutan secara hokum.
  • Inditifikasi, kumpulkan dan amankan bukti-bukti.
  • Identifikasi dan wawancarai sakti-saksi.
  • Identifikasi pola dan sifat kecurangan yang terjadi.
  • Tentukan motivasi dari kejadian tersebut yang seringkali bisa membantu dalam mengidentifikasi tersangka utama.
  • Siapkan fakta yang akurat dan obyektif sebagai dasar petimbangan mengenai disiplin, pemecatan atau menuntutan.
  • Hitung kerugian yang terjadi dan kemungkinan memperoleh kembali barang yang hilang atau ganti rugi.
  • Identifikasi kelemahan-kelemahan tersebut dengan merevisi sistem dan standar prosedur operasional yang berlaku atau menyarankan sistem dan prosedur yang baru dan jika memungkinkan gunakan peralatan keamanan, seperti memasang CCTV.

Bantuan polisi akan sangat diperlukan top management memutuskan bahwa kecurangan yang terjadi akan diselesaikan secara hokum, bila ada unsure pidana. Dan perusahaan harus membuat pengaduan kepihak kepolisian yang akan membuat berita acara.

Selanjutnya pihak kepolisian akan melakukan pengusutan dan penyelidikan serta tindakan-tindakan kain sesuai dengan prosedur yang berlaku di kepokisian.

Bantuan kepolisian juga dapat diminta, jika tersangka melakukan ancaman-ancaman kepada management atau pegawai lainnya.