Bagi para pengusaha yang memiliki bisnis dengan sistem kredit pasti sangat akrab dengan istilah piutang. Apa si piutang itu?? Piutang adalah kegiatan yang timbul kerena perusahaan menjual barang/prodaknya atau memberikan jasanya kepada pelanggan dengan cara kredit. Artinya pelanggan dapat melakukan pembayaran atas transaksinya di masa yang akan datang.

Bagi perusahaan, piutang memiliki 2 dampak yaitu dampak positif dan dampak negative.

  • Dampak Positifnya adalah perusahaan yang memiliki piutang bisa di anggap perusahaan memiliki asset berupa penambahan harta. karena perusahaan yang memiliki piutang menunjukan bahwa perusahaan memiliki klaim terhadap uang pelanggannya.
  • Dampak Negatifnya, jika perusahaan tidak dapat menagih piutang maka perusahaan akan mengalami kemacetan dan akan menghambat bisnis. Seperti yang kita ketahui, jika perusahaan mengalami masalah, maka kas atau uang masuk juga menjadi tersendat, dan jika ini terjadi cash flow atau arus kas perusahaan akan terganggu. Terlebih lagi untuk piutang jangka panjang dan jumlah yang besar dapat mengakibatkan dampak yang sangat besar yaitu kebangkrutan.

Maka untuk mencegah hal yang tidak harapkan, perusahaan hendaknya lebih selektif untuk memberikan piutang kepada pelanggannya. Selain itu, Anda dapat menerapkan cara-cara di bawah ini untuk mencegah customer/pelanggan gak bayar hutang :

  1. Buat Kebijakan Jatuh Tempo dan Limit Kredit

Jatuh tempo merupakan batas waktu yang diberikan kepada pihak yang memiliki utang untuk melunasi atau melakukan pembayaran utangnya. Batas  waktu yang diberikan biasanya yaitu 30 hari atau jika batas waktu lebih cepat berarti lebih bagus. Limit kredit merupakan jumlah batas rupiah yang diberikan jika pelanggan melakukan pembayaran dengan cara kredit. Jika pelanggan tidak mau menerima/mematuhi kebijakan, maka sebaiknya Anda hanya menerima penjualan secara tunai saja. Pemberian jatuh tempo dan limit kredit merupakan kegiatan yang sangat penting jika perusahaan menerapkan sistem penjualan kredit. Dikarenakan dua kebijakan tersebut dapat digunakan menjadi dasar untuk melakukan tindakan-tindakan selanjutnya untuk mencegah piutang tak tertagih.

  1. Memberika Denda Keterlambatan

Membeikan denda atau biaya keterlambatan akan membuat pelanggan Anda berpikir dua kali untuk melakukan pembayaran kredit. Denda yang diberikan ini dapat menjadi bahan pertimbangan jika mereka telat membayar utangnya. Karena semakin terlambat membayar maka semakin bertambah pula uang mereka. Informasika denda keterlambatan ini di awal, ini akan membantu menekan transaksi yang dilakukan secara kredit.

  1. Lakukan Follow Up

Ada kemungkinan pihak pelanggan lupa kalau mereka masih memiliki hutang yang masih harus dibayar. Oleh karena itu follow up menjadi penting untuk mengingatkan utang mereka. Anda dapat mengingatkan dengan cara menelpon atau mengirimkan email kepada mereka. Dengan Anda melakukan follow up atas piutang mereka yang belum terbayar, maka ada kemungkinan besar untuk membayarnya. Selanjutnya, Anda dapat memberikan berupa surat teguran jika follow up yang dilakukan tidak berhasil. Selain surat teguran, Anda juga dapat menyuruh pegawai untuk mendatangi pihak mereka yang belum melunasi hutang.

  1. Buat Daftar Hitam Pelanggan yang Telat Bayar

Jika Anda sudah menerapkan langkah diatas namun tidak berhasil, Anda dapat mem-blacklist pelanggan yang telat ataupun tidak melakukan pembayaran. Mungkin terdengar kejam, namun ini tindakan terahir yang harus dilakukan untuk mencegah piutang tak tertagih di periode berikutnya. Jika pelanggan sudah dimasukan ke daftar hitam, maka pada periode berikutnya Anda tidak boleh memberikan piutang kepada mereka.

Pada zaman serba digital seperti saat ini, langkah diatas akan mudah dilakukan dengan sistem yang otomatis. Untuk memudahkan pekerjaan, Anda bisa menggunakan software akuntansi. Untuk mendapatkan inforamasi software apa saja yang rekomended untuk membantu mempermudah pekerjaan Anda.

Baca juga : ” 5 Software Akuntansi Terbaik yang Banyak digunakan di INDONESIA “

Cukup sekian artikel kali ini semoga isi artikel kali ini bisa bermanfaat untuk para pembisnis yang sedang pusing bagai mana cara mencegah pelanggan gak bayar hutang.